Klasifikasi ubin keramik berdasarkan standar ISO dan EN

Klasifikasi Ubin: Metode Pembuatan dan Tingkat Penyerapan Air

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape

Ruang Kerajinan Dengan Presisi: Ilmu Di Balik Ubin Keramik

Ubin keramik adalah pilihan serbaguna dan populer di ruang perumahan, komersial, dan industri. Namun, memilih tipe yang tepat membutuhkan pemahaman yang baik tentang klasifikasi mereka. Keduanya Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) dan Standar Eropa (en) mengklasifikasikan ubin keramik menjadi kelompok yang berbeda, terutama berdasarkan dua faktor

  • Metode pembuatan

    Metode pembuatan mengacu pada proses di mana ubin keramik diproduksi, yang dapat ditekan kering, diekstrusi, atau dilemparkan. Klasifikasi ini berdampak pada kepadatan ubin, daya tahan, dan lapisan permukaan, dengan tekanan kering Ubin menjadi lebih umum karena keseragaman dan kekuatannya, sementara ubin yang diekstrusi memungkinkan bentuk dan desain yang lebih rumit.

  • Laju penyerapan air

    Laju penyerapan air Mengacu pada persentase air yang dapat diserap oleh ubin keramik atau porselen melalui permukaannya ketika terkena kelembaban. Properti ini memainkan peran penting dalam menentukan daya tahan, kekuatan, dan kesesuaian ubin Untuk lingkungan tertentu, seperti ruang luar, area basah, atau zona lalu lintas tinggi.
    Laju penyerapan air adalah faktor kunci ketika memilih ubin untuk lingkungan yang berbeda. Ubin porselen dengan penyerapan air rendah menawarkan daya tahan yang unggul untuk daerah luar dan basah, sementara ubin dengan laju penyerapan yang lebih tinggi lebih cocok untuk dinding dekoratif dalam ruangan

Klasifikasi ini memberikan panduan tentang karakteristik teknis ubin tetapi tidak menentukan penggunaan spesifik mereka. Mari selami lebih dalam standar ini untuk memahami klasifikasi tabel ubin.

Klik di sini untuk mengunduh tabel klasifikasi ubin pdf
Shaping Group I
( Low Water Absorption)
Group II.a
(Medium Water Absorption)
Group II.b
(Medium Water Absorption)
Group III
(High Water Absorption)
E ≤ 3% 3% ≤ E ≤ 6% 6% ≤ E < 10% E > 10%
A
Extruded *
(Extruded Tiles)
Group AI Group AIIa-1 Group AIIb-1 Group AIII
Group AIIa-2 Group AIIb-2
B
Dry Pressed+
(Pressed Tiles)
Group BIa Group BIIa Group BIIb Group BIII
E ≤ 0.5%
Group BIb
0.5% ≤ E ≤ 3%
C
Tiles made by
(Other Methods or Process)
Group CI Group CIIa Group CIIb Group CIII

Tabel Ekspalinasi Klasifikasi Ubin Di Bawah.

Metode pembuatan ubin

Proses pembuatan memainkan peran penting dalam menentukan tekstur, kekuatan, dan daya tahan ubin. Ubin keramik biasanya dibagi menjadi dua kategori utama:

  1. Ubin yang diekstrusi (A)
    • Ubin ini dibuat menggunakan proses ekstrusi tanah liat basah.
    • Mereka sering memiliki bentuk yang tidak teratur dan digunakan di mana desain non-standar lebih disukai.
    • Contoh: Ubin dinding pedesaan atau ubin dekoratif.
  2. Ubin yang ditekan (B)
    • Diproduksi dengan menekan bahan bubuk dalam cetakan di bawah tekanan tinggi.
    • Mereka menawarkan lebih banyak keseragaman dalam bentuk dan ukuran dibandingkan dengan ubin yang diekstrusi
    • Contoh: Ubin porselen, ubin lantai.
  3. Metode lain (C)
    • Ini termasuk ubin yang diproduksi menggunakan metode non-tradisional, seperti teknik buatan tangan atau khusus.

Klasifikasi Penyerapan Air

Tingkat penyerapan air secara signifikan berdampak pada kesesuaian ubin untuk berbagai lingkungan, terutama yang rentan terhadap kelembaban. Standar ISO dan EN mengklasifikasikan ubin ke dalam beberapa kelompok berdasarkan persentase penyerapan air mereka

  1. Grup I - Penyerapan Air Rendah (Ubin Porselen)
    • Penyerapan air ≤ 0,5%
    • Sangat tahan lama dan tahan beku, cocok untuk penggunaan di dalam dan di luar ruangan.
    • Contoh: Ubin porselen untuk lantai dan ruang luar.
  2. Grup II - Penyerapan Air Sedang
    • Subkelompok IIA: Penyerapan air antara 3% hingga 6%
    • Subkelompok IIB: Penyerapan air antara 6% hingga 10%
    • Direkomendasikan untuk lantai dan dinding dalam ruangan, seperti kamar mandi atau dapur.
  3. Grup III - Penyerapan Air Tinggi
    • Penyerapan air> 10%
    • Terutama digunakan untuk aplikasi dinding dalam ruangan, tidak cocok untuk area kelembaban tinggi atau pengaturan luar ruangan.
    • Contoh: Ubin dinding untuk dapur atau ubin dekoratif

Bagaimana klasifikasi membantu dalam pemilihan ubin

Memahami klasifikasi ini memastikan bahwa ubin yang benar dipilih untuk lingkungan yang berbeda. Misalnya:

  • Ubin Porselen (Grup I) sangat cocok untuk area yang terpapar suhu atau kelembaban ekstrem, seperti teras atau kamar mandi.
  • Ubin penyerapan yang lebih tinggi (kelompok III) sangat ideal untuk dinding dekoratif tetapi mungkin tidak bekerja dengan baik dalam kondisi basah.

Mengapa standar ISO dan EN penting

Standar ISO dan EN menjamin bahwa ubin memenuhi tolok ukur kualitas tertentu. Ini memungkinkan pembeli dan desainer untuk dengan percaya diri memilih ubin yang sesuai dengan persyaratan teknis dan estetika suatu proyek.

Standar -standar ini juga mempromosikan perdagangan global dengan memastikan bahwa ubin yang diproduksi di satu negara mematuhi spesifikasi yang diakui secara internasional.

Kesimpulan akhir

Saat memilih ubin keramik, penting untuk mempertimbangkan proses pembuatan dan laju penyerapan air. Apakah Anda membutuhkan ubin untuk lantai lalu lintas tinggi, dinding kamar mandi yang basah, atau backsplash dekoratif, iso dan en ini Klasifikasi akan membantu Anda membuat pilihan yang tepat.
Meskipun kelompok -kelompok ini tidak menentukan penggunaan produk, mereka menawarkan wawasan penting tentang karakteristik teknis yang dapat mempengaruhi kinerja dan daya tahan.